Friday, November 16, 2007

HP D2466 pengganti HP D1390




Description
HP Deskjet D2466
Printer handal yang unggul untuk dirumah dan dikantor dan mudah digunakan

* 20 PPM Black & 14 PPM Color
* Catridge 21 & 22
* Garansi 1 Tahun Di HP Service Center

Harga Rp 510.000

Selanjutnya...

Monday, October 08, 2007

DIGIPRO Inkjet Sticker Paper



Kertas Inkjet Sticker DIGIPRO.
Kwalitas bagus. Tidak pecah pada saat di print di printer inkjet.
Daya rekat kertas kuat.

* A4 x 20 Sheets.
* 185 Gsm/ 2880 DPI.
* Water Proof.
* PhotoGraphic Quality.
* Vivid & Clear Image.
* Fast Drying Time & No Stickeness.
* All Inkjet Printers Compatible.
* For Photo Quality Printing with a Matte Finish.

Rp 20.000,-
Epilog Komputer-05117414811

Selanjutnya...

Friday, October 05, 2007

PQI flashdisk 1 gb mulai Rp 105.000


Promo....Promo...Promo

PQI flashdisk 1 gb

U172 / U230 =105.000
i221 transparan =110.000
i261 swivel =115.000
Bonus Tali

LIFETIME WARRANTY

Hub: Epilog Comp.Banjarmasin
0511-7414811

Selanjutnya...

Friday, August 31, 2007

Montage Bugil Artis Indonesia

2 hari yang lalu "kalo tidak salah" pada tanyangan salah satu tv swasta kira2 jam 18.15 ada ulasan tentang fenomena foto euforia artis di dunia maya (baca:internet) yang memamerkan lekuk tubuh, adegan mesra dengan pasangannya.
Contoh seperti pasangan baru artis BCL dengan artis malaysia, anaknya Adi Bing Slamet dengan pacarnya, atau foto BCL sedang pleasure di Bali, kemudian ada foto Sarah Azhari dugem di pub jakarta. Tanpa perlu komentar dari seorang Roy Suryo pun, kita tahu bahwa foto2 itu asli, tanpa rekayasa sedikitpun.

Seperti kasus Bjah dengan anaknya Nani Widjaya dulu, kitapun sebagai orang awam tahu bahwa itu gambar asli tanpa perlu membuka metadata foto tersebut.

Nah sekarang,...apakah pihak paparazi yang perlu di salahkan karena mengekpos foto2 mereka?
apakah para artis yang dsalahkan karena moral yang tidak lazim dipertontonkan di khalayak umum, atau siapa?

Selanjutnya...

Wednesday, August 29, 2007

Fenomena 3COM

Pada saat saya nulis ini, mata saya masih terpaku pada harga salah satu distributor 3com equipment khususnya Ethernet.

Pada era tahun 1999-2003 lancard 3com merupakan market leader di dunia IT Indonesia, tapi sekarang rupanya ada perubahan, merk tersebut digeser oleh merk2 lain seperti Dlink, LinkSys, Panduit, TP-link atau ProLink.
Nah sekarang saya melihat sebuah harga yang ditawarkan sangat murah sekali yaitu untuk 3COM seri 3C905B-COMBO 3Com 10/100M LAN Card dijual kepada user sekitar Rp 25.000- 30.000. Bandingkan dengan harga Lancard D-Link Rp 65.000-an.

Kenapa murah? Karena 3com Lancard dijual Loosepack untuk menekan cost. Bayangkan jika dijual dengan box harganya bisa mahal 5x lipat !!.

Dan 1 catatan penting buat 3com yaitu merk ini support untuk semua PC lama samapai dengan Core2Quad terbaru, yang dimana merk lain mgk kadang2 bermasalah dengan PC lama.
Seri yang saya sebutkan diatas interface in-nya terdiri dari RJ45-BNC-AUI

Selanjutnya...

Wednesday, August 22, 2007

Internet Unlimited Access

Akhir2 ini ada penawaran baru tentang umlimited access internet yan menggunakan Simcard GSM. Dalam hal ini yang digunakan adalah Simcard Pro-XL dari EXCELCOMINDO PRATAMA Tbk.
Tidak tanggung2, yang harga ditawarkan adalah flat yaitu sekitar Rp 260.000 + PPN/ bulan dengan fitur yang cukup menarik seperti :

-flat tarif 24 jam internet sepuasnya
-up to 64 kbps (bila kota anda support 3G maka up to 384 Kbps)
-Unlimitted Access
-GPRS technology
-Mobility free where you want
-Free Email account 1
-Jangkauan= dimana ada signal XL maka anda bisa menggunkan internet

Kelemahannya adalah, anda mungkin menyediakan budget lebih untuk beli modem GSM USB yang harga nya sekitar Rp 1 juta -an.
Tapi dengan harga bulanan yang ditawarkan dan unlimitted bandwidthnya, mungkin ini bisa jadi pertimbangan bagi Anda.




Selanjutnya...

Sunday, August 19, 2007

Indramayu.3gp on 1.3mp camera

KUALITAS 640 x 480 pixel tampaknya bahkan cenderung akan menjadi standar bagi kamera ponsel baru agar harga tetap kompetitif. Hampir setiap kamera keluaran baru yang berkamera sudah menyertakan kualitas VGA.

Sehingga bisa diperkirakan, era VGA pada ponsel kemungkinan bisa lebih lama lagi, sekalipun yang megapixel sudah tersedia. Paling tidak hal ini tergambar dari upaya perusahaan elektronik Toshiba yang sejak Mei lalu memproduksi secara massal modul kamera VGA.

Ke depan kamera VGA akan menjadi lebih ringkas, selain tentu akan semakin murah. Toshiba membuat modul terkecil yang dibuat secara massal ini yang merupakan gabungan sensor citra CMOS (metal-oxide semiconductor) dan prosesor sinyal digital (DSP) pada sebuah cip tunggal yang lebih kecil dan ringkas.

ISTILAH VGA sebenarnya memang berasal dari dunia teknologi informasi, kata ini sangat populer untuk menandai resolusi sebuah monitor komputer. Bahkan sampai sekarang resolusi VGA masih tetap bertahan, sekalipun sudah lama dikembangkan resolusi di atasnya, seperti SVGA atau super VGA (800 x 600 pixel).

Dunia ponsel tampaknya sengaja meminjam istilah VGA ini agar cepat akrab di telinga para pemakai ponsel. Secara mudah istilah ini digunakan sebagai patokan dasar bagi pengguna ponsel dalam membayangkan kualitas dengan membandingkan yang sudah ada.

Penerapan VGA dalam ponsel ini tentu tidak persis sama dengan yang berlaku pada PC. Jika dalam PC resolusi langsung menyangkut resolusi pada monitor yang sesuai dengan kartu grafisnya, tetapi dalam ponsel adalah untuk kemampuan kamera digital yang melengkapinya.

Bagi mereka yang bergelut di dalam teknologi informasi, terutama menyangkut kamera digital, melihat kemampuan ponsel VGA ini masih belum apa-apa. Untuk hasil yang lumayan sebuah kamera digital paling tidak sudah diperlukan kemampuan resolusi 3 megapixel, meskipun kualitas ini juga masih jauh jika dibandingkan dengan kualitas film konvensional.

Kualitas dari sebuah kamera memang akan diukur dengan membandingkan ketajaman atau kerapatan hasil foto di atas kertas cetak foto. Hasil cetak yang baik akan sangat sulit dibedakan dengan hasil cetak foto konvensional (menggunakan film seluloid), terutama untuk ukuran cetak yang besar.

UNTUK mengukur kerapatan atau resolusi sebuah karya foto digital ada sedikit berbeda antara tampilan pada layar monitor komputer dengan hasil cetak pada kertas. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat membuat orang menjadi salah kaprah.

Payar monitor lebih dikenal dengan istilah pixel merupakan kependekan dari picture element atau elemen gambar, untuk setiap incinya dikenal dengan ppi (pixel per inci). Sedangkan cetak pada kertas lebih dikenal dengan penggunaan istilah dpi (dot per inch atau titik per inci), namun antarkedua "satuan" ini tidak secara tetap bisa dikonversikan seperti halnya satuan lain.

Sehingga memang lebih tepat menyebutnya ppi bukan dpi lagi. Untuk penampilan gambar grafis VGA pada layar monitor komputer 15 inci setara dengan gambar 50 ppi. Tentu semakin besar layar monitornya akan semakin kecil ppi, sebaliknya semakin kecil layar akan semakin besar ppi, kecuali nanti teknologi bisa memperpendek jarak antarpixel atau dot-pitch (jarak antarpixel) yang lebih rapat.

Jadi kualitas VGA untuk dicetak di atas kertas 3 R atau 4 R masih bagus, seperti halnya hasil cetakan dari film biasa. Namun, untuk dicetak dalam ukuran besar akan terlihat kasar atau pecah dan pada ukuran besar ini mudah dibedakan antara foto hasil cetakan dari ponsel dengan kamera biasa (film 35 milimeter).

Paling tidak untuk ukuran 10 R dibutuhkan kualitas kamera lebih dari 3 megapixel, terutama untuk dicermati pada jarak dekat. Untuk ponsel jelas masih membutuhkan waktu, selain banyak membutuhkan ruang untuk menempatkan susuan lensa, juga ruang untuk menangkap citra dan penyimpan informasi (memori) yang lebih besar.

Contohnya pada penggunaan camera 1.3mp pada kasus Indramayu.3gp. Kelihatan sekali bahwa camera yang digunakan camera 1.3mp yang kedalam gambarnya cukup bagus di tepat terang tapi agak kurang sip jika ditempat gelap.

Belum menyangkut munculnya kelambanan dalam proses penyimpanan sehingga juga membutuhkan "prosesor" yang semakin cepat pula. Masih cukup panjang perjalanan kamera digital dalam ponsel, namun untuk kebutuhan praktis sudah cukup memadai.


Selanjutnya...